Restoran kini bisa menerima pesanan dari berbagai channel, mulai dari dine-in, takeaway, QR self-order, website, hingga aplikasi delivery. Beragamnya jalur pemesanan membuat restoran perlu memiliki cara yang lebih terorganisir untuk menangani order, persediaan, dan data transaksi.
Omnichannel restoran membantu menghubungkan berbagai channel tersebut ke dalam satu alur pengelolaan. Dengan begitu, tim tidak perlu menangani setiap pesanan secara terpisah.
Apa Itu Omnichannel Restoran?
Dalam praktiknya, omnichannel restoran berguna untuk menyatukan beragam jalur penjualan dan layanan pelanggan melalui satu sistem pengelolaan. Channel tersebut dapat mencakup kasir, dine-in, takeaway, QR self-order, website, aplikasi, hingga layanan delivery.
Dalam sistem ini, data pesanan, menu, stok, dan transaksi dapat tersinkronisasi sehingga restoran bisa mengelolanya melalui satu alur. Konsep tersebut juga membantu menciptakan pengalaman konsumen yang lebih seragam di berbagai channel.
Omnichannel vs Multichannel: Apa Perbedaannya?
Keduanya sama-sama memungkinkan restoran hadir di banyak channel. Perbedaannya terletak pada cara restoran menghubungkan dan mengelola channel tersebut.
Cara Kerja Multichannel
Pada model multichannel, setiap channel dapat berjalan secara mandiri. Misalnya, restoran menggunakan POS untuk dine-in, tablet GoFood, tablet GrabFood, dan website order dengan sistem masing-masing.
Staf perlu memantau beberapa perangkat dan memasukkan data secara manual jika sistem tidak saling terhubung.
Cara Kerja Omnichannel
Pada omnichannel restoran, berbagai channel terhubung ke satu sistem pusat. Pesanan dari kasir, self-order, website, maupun delivery dapat masuk ke alur yang sama.
Restoran juga dapat mengelola menu dan stok dari pusat sehingga perubahan dapat diterapkan ke saluran yang terintegrasi.
Perbedaan Pengelolaan Data dan Pesanan

| Aspek | Multichannel | Omnichannel |
| Integrasi channel | Terpisah | Terhubung |
| Data pelanggan | Tersebar | Lebih terpusat |
| Pesanan | Dipantau per channel | Masuk ke satu sistem |
| Update menu dan stok | Satu per satu | Dari sistem pusat |
| Pengalaman pelanggan | Bisa berbeda | Lebih konsisten |
Tantangan Operasional Restoran dengan Banyak Channel Order
Semakin banyak saluran atau kanal, semakin kompleks pula pekerjaan tim. Tanpa mekanisme yang terhubung, restoran dapat menghadapi beberapa masalah berikut.
Pesanan Masuk dari Sistem yang Berbeda
Staf mungkin harus memantau POS, beberapa tablet delivery, WhatsApp, dan sistem self-order sekaligus. Saat jam sibuk, kondisi ini mudah membuat tim kewalahan.
Risiko Order Terlewat atau Salah Diproses
Staf dapat melewatkan order atau memasukkan ulang detail pesanan secara keliru. Kesalahan juga bisa muncul pada menu, jumlah, atau catatan khusus pelanggan.
Stok dan Informasi Produk Sulit Diselaraskan
Ketika satu menu habis, staf perlu memperbarui statusnya di setiap channel. Jika terlambat, pelanggan masih bisa memesan produk yang sebenarnya sudah sold out.
Owner Kesulitan Memantau Penjualan secara Menyeluruh
Laporan yang tersebar membuat owner lebih sulit melihat total penjualan, performa setiap channel, produk terlaris, dan kondisi bisnis secara real-time.
Cara Menyatukan Pesanan dari Beragam Channel Penjualan
Restoran dapat mulai menyatukan operasional dengan menjadikan sistem kasir sebagai salah satu pusat pengelolaan pesanan.
Integrasikan Pesanan Dine-In
Pesanan dari kasir, waiter, atau QR self-order dapat masuk ke sistem yang sama. Dengan begitu, staf tidak perlu mencatat ulang pesanan dari satu sistem ke sistem lain.
Kelola Online Order dan Delivery dalam Satu Alur
Restoran dapat menghubungkan channel online dan delivery melalui integrasi yang tersedia. Pesanan dari berbagai channel kemudian masuk ke alur yang sama sehingga tim dapat memprosesnya tanpa terus berpindah perangkat.
Sinkronkan Data Produk dan Stok
Restoran dapat mengelola menu, harga, dan status ketersediaan dari sistem pusat. Ketika suatu produk habis, perubahan tersebut dapat diterapkan ke channel yang terhubung.
Satukan Data Transaksi untuk Pelaporan
Data penjualan dari dine-in, takeaway, dan online dapat masuk ke satu dashboard. Owner kemudian lebih mudah melihat performa penjualan dan melakukan rekonsiliasi.
Manfaat Omnichannel untuk Operasional Bisnis F&B
Ketika berbagai channel sudah terhubung, omnichannel restoran dapat membantu menyederhanakan pekerjaan tim sekaligus menghasilkan data yang lebih terstruktur.
Mengurangi Risiko Pesanan Terlewat
Pesanan masuk melalui satu alur sehingga staf tidak perlu mengecek terlalu banyak perangkat secara bergantian.
Membuat Proses Kerja Lebih Teratur
Tim dapat mengikuti workflow yang sama untuk berbagai jenis pesanan. Dapur juga lebih mudah mengatur antrean ketika semua channel menggunakan sistem yang terhubung.
Memudahkan Pemantauan Penjualan
Owner dapat melihat penjualan dari berbagai channel melalui dashboard yang sama. Informasi ini membantu pemilik usaha memantau kondisi outlet tanpa harus memeriksa setiap channel dengan cara terpisah.
Membantu Owner Mengambil Keputusan Berdasarkan Data
Data terpusat membantu owner melihat produk yang paling banyak terjual, waktu ramai, serta kontribusi setiap channel. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi menu dan strategi penjualan.
Studi Kasus: Restoran dengan Beberapa Channel Penjualan
Bayangkan sebuah restoran menerima pesanan dari dine-in, GoFood, GrabFood, dan QR self-order. Sebelum menggunakan sistem terintegrasi, staf harus memantau beberapa perangkat dan memasukkan sebagian pesanan secara manual.
Setelah restoran menghubungkan channel ke sistem terpusat, pesanan dapat masuk ke satu alur kerja. Staf lebih mudah melihat antrean order, sementara owner dapat memantau penjualan dari berbagai channel melalui data yang lebih terstruktur.
Pola seperti ini menunjukkan fungsi omnichannel restoran dalam mengurangi pekerjaan manual ketika jumlah channel penjualan terus bertambah.
Bagaimana Integrasi Data Membantu Owner Memantau Bisnis?
Integrasi bukan hanya soal memindahkan pesanan ke satu sistem. Data yang terkumpul juga membantu owner memahami kondisi bisnis secara lebih menyeluruh.
Melihat Penjualan dari Berbagai Channel
Owner dapat membandingkan kontribusi dine-in, takeaway, self-order, dan delivery. Data ini membantu melihat pola penjualan setiap channel.
Memantau Performa Produk dan Stok
Data transaksi dapat menunjukkan produk yang paling laku, produk yang sering habis, hingga menu yang kurang diminati. Owner dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengatur stok dan menu.
Membandingkan Performa Channel Penjualan
Owner dapat melihat channel yang menghasilkan transaksi tinggi dan mengevaluasi hasilnya berdasarkan biaya atau komisi yang berlaku. Dengan data tersebut, keputusan terkait channel penjualan menjadi lebih terukur.
Kapan Bisnis F&B Perlu Menggunakan Sistem Omnichannel?
Tidak semua restoran harus langsung menggunakan sistem omnichannel. Namun, kebutuhan biasanya mulai terlihat ketika bisnis menerima pesanan dari beberapa channel sekaligus.
Pertimbangkan omnichannel restoran ketika bisnis:
- Menerima order dari tiga atau lebih channel.
- Mulai kewalahan mengelola banyak tablet atau perangkat.
- Sering mengalami salah order atau ketidaksesuaian stok.
- Kesulitan membuat laporan penjualan secara menyeluruh.
- Berencana membuka banyak outlet atau memperluas channel penjualan.
Untuk restoran dengan volume rendah dan satu channel utama, pengelolaan sederhana mungkin masih cukup. Ketika jumlah order dan kompleksitas operasional meningkat, sistem terintegrasi dapat membantu menjaga alur kerja tetap terkendali.
Kelola Pesanan Restoran dari Berbagai Channel
Omnichannel tidak hanya tentang menggunakan banyak channel penjualan. Konsep ini menyatukan channel tersebut agar restoran dapat mengelola pesanan, stok, transaksi, dan data secara lebih terstruktur.
Omnichannel restoran dapat menjadi bagian dari digitalisasi operasional ketika bisnis mulai menghadapi volume pesanan dan channel yang semakin kompleks. Dengan sistem yang lebih terhubung, tim dapat bekerja lebih rapi dan owner memperoleh gambaran bisnis yang lebih menyeluruh.
Kasflo Resto dapat menjadi salah satu pendukung digitalisasi operasional restoran melalui pengelolaan transaksi dan kebutuhan operasional dalam satu platform.
Kelola pesanan restoran dari berbagai channel dengan sistem yang lebih terintegrasi. Dengan Kasflo Resto, kamu dapat mengelola transaksi dan operasional dalam satu platform. Daftar gratis dan mulai digitalisasi bisnis F&B kamu.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa bedanya omnichannel dan multichannel di restoran?
Multichannel berarti restoran menggunakan beberapa channel yang dapat berjalan terpisah. Sedangkan dengan pendekatan omnichannel, restoran dapat menyatukan pesanan dari berbagai jalur penjualan dan mengelola datanya secara terpusat.
Apakah harus memakai semua delivery app untuk menerapkan omnichannel?
Tidak. Restoran tidak harus menggunakan semua aplikasi delivery. Yang penting, channel yang digunakan dapat terhubung dan dikelola melalui alur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Bagaimana cara mengintegrasikan GoFood atau GrabFood ke POS?
Caranya bergantung pada sistem POS dan layanan integrasi yang tersedia. Restoran perlu memastikan POS memiliki integrasi dengan channel yang ingin digunakan.
Apakah omnichannel mahal untuk restoran kecil?
Biayanya bergantung pada jumlah channel, perangkat, software, dan kebutuhan integrasi. Restoran kecil dapat memulai dari channel yang paling penting sebelum memperluas sistem.
Kapan waktu yang tepat menggunakan omnichannel?
Saat jumlah channel dan volume order mulai membuat tim kewalahan, sering terjadi kesalahan, atau owner kesulitan memantau data penjualan secara menyeluruh, restoran dapat mulai mempertimbangkan sistem omnichannel.


